Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha, Apa Bisa Dilakukan?

Mendirikan PT dengan Beberapa Bidang Usaha
, , , ,

Office Now – Niat mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha sebenarnya sah-sah saja. Tetapi hal tersebut tentunya harus mengacu seseuai dengan jenis perizinan seperti apa yang perusahaan dapatkan.

Selain itu di setiap dokumen pendirian PT memiliki anggaran dasar yang berbeda-beda. Tugas pendiri ialah mencocokan hal tersebut dengan jenis bidang usaha yang dibuat nantinya.

Alasan Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha

Alasan Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi seseorang untuk mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha. Tentunya hal ini dilandasi untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

Memiliki lebih banyak backup

Tidak selamanya salah satu bidang usaha akan senantiasa kondusif selama bertahun-tahun. Ada bidang yang memiliki prospek untuk bertumbuh, dan ada pula yang stagnan.

Sebagaimana halnya dunia bisnis, semua itu sifatnya sangatlah fluktuatif. Berubah-ubah dalam dinamika tertentu sesuai permintaan pasar.

Maka sangatlah penting jika sebuah PT berpikir untuk merambah bidang-bidang baru. Apalagi selama hal itu sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka.

Misalnya sebuah PT yang bergerak di bidang konstruksi bangunan. Mereka boleh merambah ke bidang selinier lain seperti jasa arsitektur, penyedia bahan bangunan, interior, dan lain-lain.

Dengan begitu perusahaan memiliki backup yang mampu menyokong jalannya bisnis utama mereka.

Meningkatkan pemasukan

Alasan lain dari mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha ialah demi menambah pemasukan.

Semakin banyak jenis bisnis tentu peluang mendapatkan pemasukan yang lebih besar bisa tercapai.

Invasi ini juga akan menambah pilihan-pilihan masyarakat dalam menentukan pembelanjaan uangnya. Sehingga persaingan dagang bisa lebih kompetitif.

Pengelolaan modal mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha

Sebuah perusahaan yang berkembang pesat tentunya memiliki dana besar yang berasal dari pemasukannya. Dana ini haruslah dikelola dengan baik demi kemajuan perusahaan.

Salah satu caranya adalah mencoba merambah bisnis ke bidang yang lain. Dengan begitu aka nada perputaran uang kembali dibanding hanya mendiamkan dana di bank.

Mencari tantangan baru

Memang tidak mudah keluar dari zona nyaman dan mencoba bidang lainnya. Namun, jika ingin bisnis menjadi semakin besar, hal ini harus dilakukan.

Tantangan membuka bisnis baru akan memberikan pebisnis tekanan untuk bisa melewatinya dengan baik. Sehingga SDM perusahaan dituntut senantiasa bisa berkembang memperlebar skill yang dimiliki.

Kiat Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha

Kiat Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha

Perhatikan hal-hal berikut sebelum memutuskan mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha. Sehingga resiko kegagalan bisa diminimalisir.

Buatlah usaha linier

Dengan mendirikan bidang-bidang usaha yang masih selinier, pemilik tentu lebih mudah menghendel semuanya.

Hal tersebut lantaran mereka telah mengetahui betul bagaimana mencari peluang dalam bidang itu. Sehingga pemilik mampu mengaplikasikan berbagai strategi bisnis sesuai ilmu yang dimiliki.

Sebagai contoh sebuah PT bergerak di bidang pariwisata. Maka selain sebagai pengelola destinasi wisata, bisa merambah menjadi penyedia akomodasi, restaurant, atau tempat hiburan.

Dengan begitu mereka punya banyak jenis bisnis namun masih mencakup dalam satu bidang yang sama. 

Tentukan kecukupan modal

Untuk mendirikan beberapa bidang usaha tentunya modal yang dibutuhkan pun menjadi lebih besar. Oleh sebab itu penting bagi pengusaha melakukan kalkulasi ketersediaan modal yang dimilikinya.

Memiliki banyak usaha seperti mempunya banyak anak-anak. Di mana mereka harus senantiasa dipantau pertumbuhannya dan dilakukan upaya untuk meningkatkan pemasukan.

Buatlah pos-pos anggaran di masing-masing bisnis yang dibuat. Dengan begitu masing-masing anak perusahaan akan dapat menggunakan dana seefisien mungkin.

Apabila dana yang dimiliki kurang, sebaiknya tunda terlebih dahulu rencana pembuatan bidang bisnis baru. Bautlah satu jenis usaha namun benar-benar kuat dan persiapannya sangat matang.

Nanti apabila bisnis berjalan baik dan memberi pemasukan lebih, di sanalah momen terbaik pengembangan PT.

SDM mampu mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha

Hal yang tidak kalah penting sebagai pertimbangan mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha ialah SDM. Tentu kesiapan sumber-sumber daya perusahaan wajib sudah terpenuhi.

Apabila tenaga kerjanya kurang memadai, menghendel banyak bidang hanya akan membuat PT tidak berjalan baik.

Banyak penelitian yang juga membuktikan bahwa sebagian perusahaan gulung tikar di tiga bulan pertamanya berdiri.

Untuk itu sebelum benar-benar memutuskan pendirian berbagai bidang usaha, ada baiknya lakukan peninjauan terlebih dahulu.

Tidak hanya modal, tetapi yang terpenting adalah kesiapan SDMnya. Pilih recruiter terbaik yang mampu menyaring para staff profesional.

Pertimbangkan resiko

Banyak resiko yang membayangi ketika seseorang mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha.

Di mana pimpinan tidak akan bisa fokus di banyak bidang. Apalagi pada masa awal-awal pendirian, tentunya membutuhkan perhatian lebih dari pusat.

Untuk membuat beberapa lini bisnis, maka pengusaha juga perlu menyiapkan anggaran jaga-jaga. Setidaknya untuk masing-masing usaha tersebut, mereka menyiapkan dana cadangan untuk 6bulan ke depan.

Jadi semakin banyak bidang yang dibuat, semakin bertambah pula anggaran darurat yang harus dipersiapkan.

Mendirikan PT dengan Beberapa Bidang Usaha Sesuai KBLI

Mendirikan PT Dengan Beberapa Bidang Usaha Sesuai KBLI

Untuk bisa mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha berbeda, maka pemilik perlu memperhatikan kode KBLI.

Menurut KBLI, sepanjang usaha yang digeluti masih satu turunan dengan bisnis sebelumnya, maka masih diperbolehkan.

Semisal usaha peternakan sapi perah yang kemudian menjual berbagai produk turunan susu. Hal ini masih digolongkan searah, sehingga tidak melanggar regulasi.

Namun untuk usaha-usaha pertambangan yang kenudian bergerak di bidang konsumsi, maka ini jelas tidak bisa. Berikut adalah klasifikasi usaha menurut kode KBLI.

KBLI kategori A

Untuk grup pertama yakni A ialah perusahaan-perusahaan yang meliputi seluruh kegiatan ekonomi primer. Diantaranya: pertanian, holtikultur, kebun, ternak, kehutanan, hingga tambak dan penangkapan biota air.

Mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha kategori B

Untuk mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha berkategori B, perusahaan harus masuk ke ranah pertambangan. Penggalian tidak hanya dilakukan di darat, namun juga lautan lepas.

Kelompok bisnis C

Untuk kategori C ialah mereka yang melakukan pengolahan dari bahan baku mentah. Di mana bahan-bahan tersebut berasal dari kelompok usaha A.

Sehingga dilakukan pengolahan untuk berbagai hasil tani, kebun, hutan, hingga perikanan dan ternak.

Klasifikasi kategori D

Pada kelompok D, perusahaan berfokus pada pengolahan hasil sampingan tambang. Di dalamnya termasuk gas alam, air panas, listri, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Usaha dalam grup E

Mereka yang tergabung ke dalam komunitas usaha E ini melakukan pengolahan terhadap limbah khususnya air.

Kelompok E mengupayakan pengolahan air kotor, limbah, dan sampah sehingga lingkungan menjadi lebih sehat. Namun tidak termasuk hasil buangan pabrik atau rumah tangga.

Bidang terakhir G

Merupakan bagian dari jalur distribusi industri terakhir. Di mana kelompok G melakukan penyaluran ke masyarakat melalui retail hingga perdagangan skala besar.

Selain itu otomatif seperti dealer kendaraan pun juga masuk sebagai kategori G.

Sah-sah saja mendirikan PT dengan beberapa bidang usaha berbeda. Namun tentunya harus tetap berpedoman pada koridor masing-masing.

Selain menyesuaikan dengan regulasi wilayah, kesiapan PT pun juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah pentingnya.

Posted in Blog

Selasa Okt 25 4:32 am

Tidak ada Komentar