Mau Mendirikan Yayasan? Ini Dia Syarat Pendirian Yayasan

syarat pendirian yayasan
,

Office Now – Mendirikan yayasan jelas berbeda dibandingkan dengan mendirikan usaha atau entitas bisnis. Ada sejumlah aspek yang membedakan keduanya, Sehingga syarat pendirian yayasan pun tidak sama dengan pendirian usaha.

Sementara itu ada banyak yayasan dibangun di Indonesia. Pada umumnya yayasan bergerak dalam ruang lingkup nirlaba dan bersifat pengabdian masyarakat. Baik itu dalam aspek agama, pengawasan politik, sosial dan lain sebagainya.

Namun bila yayasan yang Anda dirikan ini tidak Anda legalkan. Bukan tidak mungkin gerakan nirlaba ini malah berbenturan dengan hukum. Karenanya meski sifatnya tidak menarik keuntungan yayasan tetap perlu untuk Anda legalkan.

Menjadi legal akan memudahkan sebuah yayasan dalam menarik kepercayaan masyarakat. Baik ketika menarik dana dari donatur maupun untuk melakukan aksinya di masyarakat.

Tetapi bagaimana cara untuk melakukan legalitas untuk sebuah yayasan. Adakah persyaratan khusus yang perlu untuk Anda penuhi?

persyaratan pendirian yayasan

Syarat Pendirian Yayasan

Tata cara dan aturan soal legalitas yayasan dapat Anda temukan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang cara mendirikan yayasan. Pada UU tersebut Anda dapat menemukan penjelasan lebih lanjut soal syarat pendirian yayasan sampai yayasan mendapatkan status badan hukum secara formal.

Tujuan utamanya adalah mengantungi berkas legalitas

Adapun syarat pendirian yayasan tersebut adalah sebagai berikut.

Informasi seputar pendiri yayasan

Ketika pengurusan legalitas yayasan, Anda perlu memberikan informasi cukup jelas terkait siapa pendiri yayasan bersangkutan. Apakah yang bersangkutan adalah WNI atau justru WNA.

Pendiri yayasan dapat terdiri dari satu orang atau lebih. Bahkan yayasan juga bisa berdiri atas prakarsa instansi, organisasi atau perusahaan. Dalam penjelasannya juga disebutkan bahwa yayasan dapat berdiri atas permintaan surat wasiat.

Bilamana ada keterkaitan yayasan dengan pihak WNA, pastikan seluruh identitas untuk Anda sertakan demi menguatkan identitas dan tanggung jawab pihak WNA atas gerakan yayasan.

Lokasi atau domisili yayasan

Yayasan yang Anda bangun sudah tentu memiliki kantor fisik. Posisi dan alamat lengkap dari kantor fisik dari yayasan bersangkutan perlu Anda sertakan dalam data yayasan.

Anda perlu menyertakan surat keterangan domisili atas yayasan tersebut dengan aparat setempat. Termasuk dengan RT, RW dan kelurahan tempat yayasan tersebut bertempat.

Pada daerah yang lebih maju, Anda perlu mendapatkan pengesahan dari pemerintah daerah terkait dengan lokasi yayasan dengan Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dari kota atau daerah tempat Anda mendirikan yayasan.

Anggaran dasar yayasan

Anggaran dasar ini sebenarnya sifatnya untuk menerangkan soal bagaimana operasional yayasan akan berjalan. Apa tujuan dan aspek yang menjadi fokus dari aktivitas yayasan tersebut.

Dalam anggaran dasar tentunya akan terdapat sejumlah penjelasan mengenai aktivitas utama yayasan, target dari aktivitas tersebut dan visi misi. Ini menjadi gambaran arah dan tujuan pendirian yayasan secara garis besar.

Dalam anggaran dasar ini juga harus terdapat penjelasan seputar prosedur rapat pengurus, prosedur pelaksanaan harian aktivitas yayasan, hingga soal penggantian pengurus dan pembina yayasan.

Penjelasan soal pengelolaan keuangan dan penggajian

Meski tidak berjalan sebagai lembaga dengan tujuan laba, bukan berarti yayasan tidak memiliki kegiatan yang bersifat ekonomi. Bisa jadi yayasan nantinya akan memiliki aktivitas jual beli yang memungkinkan adanya pemasukan di luar donatur.

Anda perlu memberikan penjelasan soal bagaimana pengelelolaan keuangan ini dalam anggaran dasar. Utamanya soal sumber pemasukan, pengelolaan dana dalam yayasan, penggajian karyawan dan pengurus.

Status kekayaan yayasan

Pada awal pendirian, tentu saja ada sejumlah pihak yang akan menjadi pemodal pertama dari yayasan tersebut. Ini kemudian kita sebut sebagai kekayaan dari yayasan.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008, kekayaan yayasan harus berada pada tempat terpisah atau akun terpisah. Lebih baik bila atasnamakan yayasan.

Sementara itu dana yang harus tersedia sebagai kekayaan awal untuk sebuah yayasan bergantung pada keterlibatan WNA di dalamnya. Untuk yayasan WNI syarat pendirian yayasan cukup mengharuskan adanya kekayaan awal sebesar 10 juta Rupiah saja.

Sedang bila terdapat keterlibatan WNA maka kekayaan awal pada yayasan yang baru harus pada angka 10 Miliar Rupiah.

Syarat pendirian yayasan untuk membangun struktur organ pengurus

Syarat pendirian yayasan lain adalah keharusan dibentuknya tim pengurus dan skema tanggung jawab serta tugas masing masing. Tentunya Anda bisa membuat tim kepengurusan sederhana untuk yayasan baru yang memulai dengan skala kecil.

Tetapi Anda tetap harus memasukan sejumlah posisi seperti pembina, pengurus utama dan pengawas. Kemudian tetapkan pula jalur otorisasi, kewajiban dan hak serta tanggung jawab setiap posisi.

cara mendirikan yayasan

Menyiapkan akta pendirian

Yayasan yang akan Anda daftarkan harus sudah memiliki akta pendirian. Jni merupakan persyaratan = mendirikan yayasan. Akta pendirian menjadi bentuk legalitas dari proses pendirian yayasan.

Di sini, akta pendirian harus Anda buat di hadapan notaris dengan adanya tambahan tanda tangan notaris selaku saksi. Pada fase ini legalitas secara formal belum Anda capai kecuali akta tersebut sudah mendapat diterima.

Kemudian nantinya yayasan akan secara resmi berbadan hukum setelah mendapat kesyahan dari Kementrian Hukum dan HAM.

Pengajuan dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial

Untuk mengesyahkan sebuah yayasan, Anda perlu mendaftarkan yayasan tersebut ke dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial yang ada di daerah Anda.

Syarat pendirian yayasan mengharuskan Anda membuat permohonan tertulis yang telah disertai tanda tangan dari ketua yayasan dan sekretaris yayasan. Permohonan ini mengenai pengajuan pendaftaran dan legalitas yayasan.

Nantinya, dinas akan memberikan surat tanda daftar untuk menjadi bukti bahwa Anda sudah melakukan proses registrasi. Berkas ini menjadi bukti bahwa yayasan yang Anda dirikan sedang dalam proses legalitas.

Mendapatkan surat izin operasional

Terakhir pada proses pengurusan legalitas yayasan, Anda hanya tinggal menunggu terbitnya surat izin operasional yayasan. Bila surat ini sudah Anda dapatkan artinya yayasan yang Anda dirikan sudah legal dan berbadan hukum.

Surat keputusan izin operasional ini diterbitkan oleh Kemenkumham. Mengantongi berkas ini artinya yayasan Anda secara hukum berhak beroperasi dan menjalankan aktivitasnya di masyarakat sesuai ketentuan dalam anggaran dasar.

Syarat mendirikan yayasan dengan sudah terdaftar di perpajakan

Meski yayasan dalam operasionalnya tidak bergerak untuk mendapatkan laba,  tidak lantas yayasan menjadi bebas pajak. Ada sejumlah poin yang memungkinkan yayasan terkena wajib pajak.

Untuk itu, syarat pendirian yayasan berikutnya adalah kewajiban untuk setiap yayasan baru memiliki NPWP yayasan. Memiliki NPWP artinya yayasan tersebut sudah terdaftar sebagai wajib pajak.

Yayasan sendiri mungkin nantinya akan memiliki karyawan, terlibat dalam penggunaan jasa dan sejumlah layanan. Semua ini yang memungkinkan terjadinya aktivitas keuangan yang menjadi objek pajak.

Nantinya bersamaan dengan Surat keputusan izin operasional dari Kemenkumham terbit, yayasan juga akan mendapatkan NPWP resmi atas nama yayasan.

Anda sudah memahami bukan bagaimana cara melakukan proses registrasi atas yayasan baru yang Anda dirikan? Ada sejumlah syarat pendirian yayasan yang perlu Anda penuhi sampai yayasan secara syah menjadi lembaga nirlaba berbadan hukum resmi.

Posted in Blog

Kamis Nov 24 4:58 pm

Tidak ada Komentar